Gambar yang disebut orang sunyi lebih dulu sebelum disebut dingin, dan di kebanyakan tradisi dibaca sebagai jeda, bukan sebagai kesusahan yang sedang berlangsung.
Orang yang menceritakan mimpi salju menyebut sunyinya lebih dulu daripada dinginnya, nyaris tanpa kecuali. Urutan tadi cocok dengan pembacaan tertua, yang menganggap salju bukan penderitaan melainkan penundaan: ada yang tertutup, ditahan diam, menunggu keadaan berubah sebelum apa pun di bawahnya bisa bergerak.
Dua catatan berjalan berdampingan. Pada yang pertama, salju menyembunyikan. Pemandangan yang biasa jadi tak dikenali, dan pembacaannya menunjuk ke sesuatu yang berhenti bisa kamu lihat jernih. Pada yang kedua, salju melindungi, seperti caranya menyelimuti tanah dan benih sepanjang musim dingin, dan pembacaannya menunjuk ke sesuatu yang sedang dijaga, bukan hilang. Mana yang berlaku biasanya ditentukan oleh apakah mimpinya terasa damai atau membingungkan. Pembaca yang memegang dua catatan sekaligus cenderung bertanya apa yang menurutmu terbaring di bawah sana.
Tidak semua mimpi salju muram, dan yang enak pantas dapat catatan sendiri. Salju yang turun dan ditonton dari dalam rumah dibaca sebagai jeda yang memang diinginkan. Salju baru yang belum diinjak siapa pun masuk ke bahan tentang permulaan, dan penafsir sering menunjuk deretan jejak pertama sebagai detail yang berarti. Sebaliknya, salju yang tidak mau berhenti duduk bersama gambar tentang terputus, dan paling banyak diceritakan orang yang sedang melewati masa dengan sedikit sekali kontak.
Salju itu hal biasa bagi sebagian pembaca dan hampir seperti dongeng bagi sebagian lain, dan jarak itu masuk lurus ke dalam mimpinya. Bagi orang yang tiap musim dingin membersihkan halaman rumahnya, salju itu pekerjaan. Bagi orang yang baru tiga kali melihatnya, salju itu peristiwa. Di Indonesia sendiri sebagian besar salju yang pernah dilihat orang datang dari layar, dan pinjaman semacam itu ikut menentukan bentuk mimpinya.
Tidak ada di sini yang meramal cuaca, musim, atau keadaan hidupmu. Pertanyaan yang diajukan gambarnya cuma satu: apa yang belakangan jadi sunyi di hidupmu, dan apakah sunyi tersebut kamu terima dengan senang.


