Libra Batu Zodiak

Batu Akik

Batu akik termasuk mineral yang paling beragam wajahnya di alam. Warnanya berpindah dari merah bata ke abu-abu, putih, biru muda, cokelat, dan hijau, dan yang paling khas adalah pita-pita melingkar yang tersusun berlapis di dalam batunya. Sebagian lapisan itu tembus cahaya, sebagian lagi buram, sehingga tidak ada dua potongan akik yang coraknya sama persis setelah diasah.

Namanya diambil dari Sungai Achates di Sisilia, tempat batu ini konon pertama kali dikumpulkan pada zaman kuno. Karena cukup keras dan tahan gores, akik sejak lama dipakai untuk cincin, kalung, stempel, gagang pisau, dan patung kecil. Di banyak kebudayaan, benda dari akik diwariskan turun-temurun karena dianggap awet sekaligus membawa penjagaan bagi pemiliknya.

Dalam tradisi batu permata, akik dikenal sebagai batu yang menenangkan dan menyeimbangkan. Setiap variasinya, mulai dari akik pita, akik lumut, sampai akik api, dahulu dikaitkan dengan kegunaan yang berbeda-beda. Kepercayaan lama menyebutkan batu ini bekerja paling baik bila bersentuhan langsung dengan kulit, sebab dengan begitu energi alam dianggap dapat mengalir melewati batu menuju tubuh.

Sifat batu akik menurut tradisi

• Secara tradisional dipercaya melindungi pemakainya dari bahaya dan membantunya bertahan dalam keadaan yang tidak bersahabat.

• Dalam kepercayaan rakyat, batu ini sering disarankan bagi orang yang sulit tidur dan dianggap mendukung metabolisme yang teratur.

• Menurut sumber-sumber kuno, akik memudahkan seseorang melihat kenyataan apa adanya tanpa dibumbui prasangka.

• Konon batu ini menyimpan energi yang hangat dan kokoh, dan sejak dahulu dihubungkan dengan daya tahan tubuh.

• Dipercaya menghangatkan bagian tubuh yang menegang serta membantu mengurai ketegangan yang menumpuk.

• Dalam tradisi batu, akik dianggap mengalirkan keluar energi berlebih, karena itu ia dicari pada masa-masa penuh tekanan.

• Kepercayaan lama menyebut batu ini memudahkan pergaulan dan membantu seseorang menyesuaikan diri di lingkungan baru.

• Akik dikenal sebagai batu keberanian yang konon menguatkan hati ketika seseorang berhadapan dengan rasa takutnya.

• Menurut catatan lama, ia menjernihkan pikiran dan menajamkan cara bernalar.

• Dalam kepercayaan rakyat, akik dikaitkan dengan tubuh yang lebih bugar dan peredaran cairan tubuh yang lancar.

• Secara tradisional batu ini disebut membantu menjaga tekanan darah tetap seimbang, terutama bagi yang tekanannya cenderung rendah.

• Sejak berabad-abad akik dipakai sebagai penangkal pandangan buruk, sebab warnanya yang mencolok dipercaya lebih dahulu menarik perhatian orang.

• Konon kehangatan batu ini menolong seseorang tetap melihat sisi baik ketika keadaan sedang berat.

• Dalam kebiasaan lama, anak yang membawa sebutir akik di saku dianggap lebih tenang dan jarang terpancing bertengkar.

Akik melambangkan keberhasilan yang membumi: tradisi menempatkannya sebagai penjaga dari energi yang tidak menyenangkan sekaligus pemulih keberanian yang sempat surut. Para pedagang biasa menyimpannya di saku, sementara dalam bentuk cincin batu ini dianggap menambah rasa percaya diri. Akik paling cocok bagi mereka yang mencari kestabilan, ketenangan, dan rasa aman dalam keseharian. Semua kegunaan di atas berasal dari tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti nasihat dokter.

Tingkat Kekerasan: 6.5 - 7

Struktur Kimia: SiO₂

Gravitasi Spesifik: 2.60 - 2.64

Chakra: Akar, Sakral, Jantung

Perawatan: Dibersihkan dengan air suam dan sikat lembut, lalu dikeringkan. Sinar matahari tidak merusaknya.

Aquamarine

Aquamarine adalah batu mulia bening dari keluarga beril, dan namanya berasal dari bahasa Latin aqua marina yang berarti air laut. Warnanya membentang dari biru laut yang pekat sampai biru muda dengan kilau kehijauan, dan warna itu muncul karena jejak besi di dalam kristalnya. Sebagian batu tampak sebening kaca, sebagian lain sedikit berkabut.

Aquamarine dan zamrud sebenarnya berasal dari mineral yang sama, hanya unsur pewarnanya yang berbeda. Bedanya, aquamarine kerap ditemukan dalam kristal besar yang jernih, sehingga potongannya bisa jauh lebih lapang. Tambang utamanya tersebar di Brasil, Nigeria, Pakistan, Madagaskar, dan Rusia, dan hasil terbaiknya selalu diburu para pengrajin perhiasan.

Sejak zaman Yunani dan Romawi, para pelaut membawa batu ini saat berlayar karena dipercaya menjaga mereka dari badai dan menenangkan gelombang. Kepercayaan itu bertahan panjang: sampai berabad-abad kemudian, aquamarine tetap dianggap batu pelindung perjalanan laut sekaligus lambang keberanian yang tenang. Kini batu ini banyak dipasang pada cincin, liontin, dan anting, sementara bongkahan mentahnya sering diletakkan di rumah sebagai hiasan.

Khasiat aquamarine dalam kepercayaan lama

• Secara tradisional dianggap menenangkan perasaan yang bergejolak dan meredakan amarah yang cepat naik.

• Menurut sumber-sumber kuno, batu ini menolong orang berbicara dengan jujur dan runtut di hadapan banyak orang.

• Dalam kepercayaan rakyat, aquamarine dipakai sebagai jimat perjalanan, terutama perjalanan yang melewati air.

• Konon batu ini membantu meredakan rasa gugup sebelum ujian, wawancara, atau pertemuan penting.

• Tradisi menyebutnya batu para pengajar dan pembicara karena dianggap merapikan susunan pikiran.

• Dipercaya melembutkan perselisihan dalam rumah tangga dan mendorong percakapan yang lebih terbuka.

• Menurut catatan lama, batu ini dikaitkan dengan tenggorokan dan suara yang jernih.

• Dalam tradisi batu, aquamarine dianggap membantu seseorang melepaskan kesedihan lama yang masih tersimpan.

• Konon warnanya yang menyerupai laut membuat pemakainya lebih mudah beristirahat dan bermimpi tenang.

• Kepercayaan rakyat menghubungkannya dengan keberanian yang tidak meledak-ledak, yaitu ketegasan yang tetap sabar.

• Secara tradisional batu ini dianggap menyegarkan tubuh yang lelah setelah bekerja terlalu lama.

• Menurut kepercayaan lama, ia mendukung kesetiaan dan hubungan yang jernih tanpa banyak salah paham.

• Dalam tradisi Eropa, aquamarine kadang dijadikan hadiah pertunangan sebagai lambang janji yang bening.

• Konon batu ini menolong orang yang mudah terbawa suasana agar kembali berpijak pada penilaian sendiri.

Aquamarine melambangkan kejernihan dan ketenangan yang mengalir. Batu ini banyak dipilih orang yang pekerjaannya menuntut bicara di depan umum, mereka yang mudah cemas, serta siapa pun yang sedang berusaha menata perasaan setelah masa yang melelahkan. Kegunaan yang diuraikan di sini bersumber dari tradisi dan kepercayaan rakyat, dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun saran tenaga medis.

Tingkat Kekerasan: 7.5 - 8

Struktur Kimia: Be₃Al₂Si₆O₁₈

Gravitasi Spesifik: 2.68 - 2.74

Chakra: Tenggorokan, Jantung

Perawatan: Dibersihkan dengan air suam dan sikat lembut. Jangan dibiarkan lama di bawah sinar matahari langsung karena warnanya memudar.

Lapis Lazuli

Lapis lazuli adalah batu biru pekat yang di permukaannya sering bertabur bintik keemasan dan urat putih. Bintik emas itu bukan emas, melainkan pirit, sedangkan urat putihnya adalah kalsit. Berbeda dengan kebanyakan permata, lapis bukan mineral tunggal melainkan batuan yang tersusun dari beberapa mineral, dengan lazurit sebagai pemberi warna birunya.

Sumber terbaik dunia sampai hari ini masih sama seperti enam ribu tahun lalu, yaitu lembah Badakhshan di Afghanistan. Dari sanalah lapis diperdagangkan sampai ke Mesir, tempat batu ini menghiasi topeng pemakaman para firaun. Di Eropa, lapis digiling menjadi pigmen ultramarine, warna biru termahal yang dahulu hanya dipakai pelukis untuk jubah tokoh paling penting dalam lukisan.

Lapis tergolong batu yang tidak terlalu keras dan bersifat berpori, sehingga tidak boleh direndam. Air dapat masuk ke pori-porinya dan membuat pirit di dalamnya berkarat, sementara cahaya matahari yang terlalu lama bisa memudarkan birunya. Cukup dilap dengan kain lembut kering, dan warnanya akan bertahan bertahun-tahun.

Sifat lapis lazuli menurut sumber-sumber kuno

• Secara tradisional dikenal sebagai batu kebenaran yang dianggap mendorong seseorang berkata apa adanya.

• Dalam kepercayaan rakyat, batu ini dipakai untuk memperjelas pikiran sebelum berbicara di hadapan orang banyak.

• Menurut catatan Mesir kuno, lapis dipandang sebagai lambang langit dan kebijaksanaan para penguasa.

• Konon ia menolong seseorang menyusun kata saat harus menyampaikan hal yang sulit.

• Dipercaya menenangkan ketegangan di leher dan bahu setelah hari yang panjang.

• Dalam tradisi batu, lapis dihubungkan dengan kejujuran terhadap diri sendiri.

• Kepercayaan lama menyebutnya penunjang bagi para penulis, guru, dan orang yang bekerja dengan bahasa.

• Secara tradisional dianggap membantu meredakan ketegangan setelah perselisihan.

• Menurut kepercayaan rakyat, batu ini menajamkan penilaian terhadap orang yang baru dikenal.

• Konon ia menumbuhkan keberanian untuk mengakui kesalahan tanpa banyak alasan.

• Dalam tradisi abad pertengahan, lapis dibawa sebagai jimat penolak rasa iri.

• Dipercaya mendukung seseorang yang sedang belajar hal baru pada usia dewasa.

• Menurut sumber lama, batu ini menenangkan pikiran yang terlalu keras menghakimi diri sendiri.

• Konon warna birunya mengingatkan pemakainya untuk melihat persoalan dari jarak yang lebih jauh.

• Dalam kepercayaan rakyat, lapis diletakkan di ruang belajar agar suasana terasa lebih serius namun tidak menekan.

Sedikit sekali batu yang perjalanannya bisa dilacak sejauh lapis, dari lembah pegunungan Afghanistan sampai lukisan-lukisan besar Eropa, dan sejarah panjang itu ikut membentuk maknanya. Lapis lazuli melambangkan kebijaksanaan, kejujuran, dan wibawa yang tenang. Batu ini banyak dipilih oleh mereka yang harus banyak berbicara dalam pekerjaannya, orang yang sedang belajar bersikap terbuka, serta siapa pun yang menyukai sejarah panjang di balik sebuah benda. Semua kegunaan yang disebutkan berasal dari tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti nasihat dokter.

Tingkat Kekerasan: 5 - 6

Struktur Kimia: (Na,Ca)₈(AlSiO₄)₆(SO₄,S,Cl)₂

Gravitasi Spesifik: 2.50 - 3.00

Chakra: Tenggorokan, Mata ketiga

Perawatan: Jangan direndam dalam air karena batunya berpori. Lap dengan kain lembut kering dan jauhkan dari sinar matahari langsung.

Karang

Karang yang dipakai dalam perhiasan bukan mineral, melainkan rangka kapur yang dibangun oleh koloni hewan laut kecil selama puluhan bahkan ratusan tahun. Warnanya bermacam-macam, dari merah pekat, oranye, merah muda lembut, sampai putih dan hitam. Yang paling terkenal adalah karang merah Laut Tengah, yang selama berabad-abad menjadi barang dagangan berharga di pelabuhan-pelabuhan Italia.

Karena asalnya organik, karang sangat lunak dibandingkan batu permata lain dan bereaksi terhadap asam. Cuka, parfum, air panas, dan cairan pembersih dapat merusak permukaannya yang halus, karena itu perhiasan karang perlu diperlakukan dengan lembut. Warnanya juga bisa memucat bila terus menerus terkena keringat tanpa dilap.

Di banyak kebudayaan pesisir, karang dipandang sebagai penjaga. Nelayan Laut Tengah menjahitkannya pada topi, orang tua mengalungkannya pada anak kecil, dan pelaut membawanya sebagai jimat perjalanan. Warna merahnya yang hidup selalu dihubungkan dengan keberanian dan tenaga, seolah membawa serta kekuatan laut tempat ia tumbuh.

Khasiat karang dalam kepercayaan lama

• Secara tradisional dipakai sebagai jimat pelindung bagi anak-anak dari pengaruh buruk.

• Dalam kepercayaan rakyat pesisir, karang dibawa pelaut agar selamat menempuh perjalanan laut.

• Menurut sumber-sumber kuno, batu ini dihubungkan dengan tenaga hidup dan keberanian.

• Konon ia menenangkan orang yang mudah gelisah tanpa sebab yang jelas.

• Dipercaya mendukung keharmonisan di dalam rumah bila diletakkan di ruang keluarga.

• Dalam tradisi batu, karang dianggap membantu seseorang menerima perubahan yang datang mendadak.

• Kepercayaan lama menyebutnya penolak pandangan iri karena warnanya menarik perhatian lebih dahulu.

• Secara tradisional dianggap menguatkan ikatan antara ibu dan anak.

• Menurut kepercayaan rakyat, ia menumbuhkan rasa percaya diri pada orang yang pemalu.

• Konon batu ini meredakan rasa takut menghadapi hal yang belum dikenal.

• Dalam tradisi Italia, karang merah diberikan sebagai hadiah kelahiran dan pernikahan.

• Dipercaya membantu seseorang menyalurkan kemarahan dengan cara yang lebih tenang.

• Menurut catatan lama, ia mendukung mereka yang sedang memulihkan tenaga setelah sakit.

• Konon karang mengingatkan pemakainya bahwa sesuatu yang kuat pun tumbuh perlahan-lahan.

• Dalam kepercayaan rakyat, karang merah dipakai sebagai gelang kecil bagi bayi yang baru lahir.

Karena karang tumbuh di laut dan bukan di dalam bumi, banyak tradisi memperlakukannya secara khusus, seolah ia membawa serta sifat air yang selalu bergerak dan menyesuaikan diri. Karang melambangkan kehidupan, penjagaan, dan ikatan keluarga. Ia banyak dipilih oleh orang tua muda, mereka yang sering bepergian jauh, serta siapa pun yang mencari lambang perlindungan dengan sejarah panjang di berbagai kebudayaan. Perlu diingat, seluruh kegunaan tersebut berasal dari tradisi dan kepercayaan rakyat dan tidak dapat menggantikan nasihat tenaga medis.

Tingkat Kekerasan: 3 - 4

Struktur Kimia: CaCO₃

Gravitasi Spesifik: 2.60 - 2.70

Chakra: Akar, Sakral

Perawatan: Jangan direndam dalam air karena batunya berpori. Lap dengan kain lembut kering dan jauhkan dari sinar matahari langsung.

Kuarsa Merah Muda

Kuarsa merah muda adalah kuarsa berwarna merah jambu lembut yang biasanya tampak berkabut, bukan bening. Kabut halus itu justru menjadi ciri khasnya, sebab berasal dari serat-serat mineral sangat kecil yang tersebar rata di dalam batu dan menyebarkan cahaya. Warnanya sendiri muncul dari jejak unsur logam dalam jumlah yang sangat kecil.

Batu ini jarang membentuk kristal berujung runcing, dan lebih sering ditemukan sebagai massa besar di dalam batuan induk. Karena itu ia banyak dijual dalam bentuk bulatan poles, hati, patung kecil, atau manik. Sumber utamanya berada di Brasil, Madagaskar, India, dan Amerika Serikat, dan pasokannya cukup besar sehingga harganya tetap ramah.

Di hampir semua tradisi, kuarsa merah muda dikaitkan dengan kasih sayang, tetapi bukan hanya cinta antara dua orang. Sumber lama menempatkannya lebih dulu pada hubungan seseorang dengan dirinya sendiri: penerimaan, kelembutan, dan kesediaan memaafkan. Perlu diingat warna merah jambunya dapat memudar bila batu dibiarkan lama di bawah sinar matahari langsung.

Khasiat kuarsa merah muda dalam kepercayaan rakyat

• Secara tradisional dikenal sebagai batu kasih sayang yang melembutkan hati yang mengeras.

• Dalam kepercayaan lama, batu ini diletakkan di kamar agar suasana terasa lebih hangat.

• Menurut sumber-sumber kuno, ia menolong seseorang menerima dirinya apa adanya.

• Konon batu ini membantu memulihkan hubungan yang renggang karena salah paham.

• Dipercaya meredakan kesedihan setelah perpisahan atau kehilangan.

• Dalam tradisi batu, ia dihubungkan dengan kemampuan memaafkan tanpa memendam.

• Kepercayaan rakyat menyebutnya penunjang bagi orang yang sulit menerima pujian.

• Secara tradisional dianggap menenangkan anak yang sulit berpisah dengan orang tuanya.

• Menurut catatan lama, batu ini melembutkan cara seseorang menyampaikan kritik.

• Konon ia menumbuhkan kesabaran dalam merawat orang yang sedang sakit.

• Dalam tradisi, kuarsa merah muda diberikan sebagai hadiah persahabatan yang tulus.

• Dipercaya membantu seseorang melepaskan tuntutan berlebihan terhadap dirinya sendiri.

• Menurut kepercayaan rakyat, ia menenangkan perasaan sebelum tidur bila digenggam sebentar.

• Konon batu ini mengingatkan pemakainya bahwa kelembutan bukan berarti kelemahan.

• Dalam tradisi, sepasang kuarsa merah muda disimpan bersama sebagai lambang hubungan yang dirawat berdua.

Warna merah jambunya yang tidak mencolok membuat batu ini jarang dipakai untuk pamer, dan justru karena itu sumber-sumber lama menempatkannya sebagai batu urusan hati yang paling pribadi. Kuarsa merah muda melambangkan kasih sayang yang tenang dan penerimaan diri. Batu ini banyak dipilih oleh mereka yang sedang memulihkan hati, orang yang terlalu keras pada dirinya sendiri, serta siapa pun yang ingin menghadirkan suasana lebih hangat di rumah. Seluruh manfaat yang diuraikan bersumber dari tradisi dan kepercayaan rakyat, dan bukan pengganti nasihat atau perawatan dokter.

Tingkat Kekerasan: 7

Struktur Kimia: SiO₂

Gravitasi Spesifik: 2.65

Chakra: Jantung

Perawatan: Dibersihkan dengan air suam dan sikat lembut. Jangan dibiarkan lama di bawah sinar matahari langsung karena warnanya memudar.

Pirus

Pirus adalah batu buram berwarna biru langit sampai hijau kebiruan yang sering dilalui urat halus berwarna cokelat atau hitam, sisa batuan induk tempat ia terbentuk. Batu ini adalah mineral fosfat yang mengandung tembaga, dan justru tembaga itulah yang memberi warna birunya. Bila kandungan besinya lebih tinggi, warnanya bergeser ke arah hijau.

Nama pirus dalam banyak bahasa Eropa berarti batu Turki, bukan karena ditambang di sana, melainkan karena batu dari Persia dahulu masuk ke Eropa melalui jalur dagang Anatolia. Tambang paling termasyhur berada di Nishapur, Iran, dan sudah dikerjakan lebih dari dua ribu tahun. Sinai di Mesir serta wilayah barat daya Amerika Serikat juga menghasilkan pirus yang sangat dihargai.

Berbeda dengan anggapan banyak orang, pirus bukan batu yang keras. Ia tergolong lunak dan sangat berpori, sehingga menyerap air, minyak, dan keringat. Bila direndam, batu ini dapat berubah warna bahkan retak, dan sinar matahari yang lama akan memudarkan birunya. Karena itu pirus tidak boleh terkena air sama sekali dan cukup dilap dengan kain lembut kering.

Khasiat pirus dalam kepercayaan lama

• Secara tradisional dikenal sebagai jimat perjalanan yang dibawa penunggang kuda dan kafilah dagang.

• Dalam kepercayaan rakyat, perubahan warnanya dianggap sebagai peringatan bagi pemiliknya.

• Menurut sumber-sumber kuno, batu ini melindungi pemakainya dari kecelakaan di jalan.

• Konon ia menolong seseorang berbicara dengan tenang saat suasana sedang panas.

• Dipercaya menumbuhkan persahabatan, sehingga dahulu sering diberikan sebagai tanda perdamaian.

• Dalam tradisi batu, pirus dihubungkan dengan tenggorokan dan suara yang lebih lepas.

• Kepercayaan lama menyebutnya penolak pandangan buruk, terutama bila dipakai terlihat jelas.

• Secara tradisional dianggap menenangkan orang yang sedang menghadapi banyak perubahan sekaligus.

• Menurut kepercayaan rakyat, batu ini membantu seseorang memaafkan tanpa merasa kalah.

• Konon ia menumbuhkan keberanian untuk meminta apa yang memang menjadi haknya.

• Dalam tradisi penduduk asli Amerika, pirus dipakai dalam upacara dan dianggap menghubungkan langit dan bumi.

• Dipercaya meredakan kelelahan setelah perjalanan yang jauh.

• Menurut catatan lama, batu ini menyeimbangkan orang yang terlalu banyak memendam keluhan.

• Konon pirus mengingatkan pemakainya untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan lebih lembut.

• Dalam tradisi, pirus dipasang pada tali kekang kuda karena dianggap menjaga hewan dan penunggangnya.

Yang membuat pirus istimewa justru kelemahannya: karena menyerap segala sesuatu yang menyentuhnya, batu ini perlahan berubah rupa mengikuti pemakainya, dan tradisi membaca perubahan itu sebagai pesan. Pirus melambangkan perlindungan dalam perjalanan, persahabatan, dan keterbukaan berbicara. Batu ini banyak dipilih oleh orang yang sering menempuh jarak jauh, mereka yang bekerja sebagai penghubung antar pihak, serta siapa pun yang menyukai warna langit yang menenangkan. Seluruh kegunaan yang disebutkan berasal dari tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti nasihat dokter.

Tingkat Kekerasan: 5 - 6

Struktur Kimia: CuAl₆(PO₄)₄(OH)₈·5H₂O

Gravitasi Spesifik: 2.31 - 2.84

Chakra: Tenggorokan, Jantung, Mata ketiga

Perawatan: Jangan direndam dalam air karena batunya berpori. Lap dengan kain lembut kering dan jauhkan dari sinar matahari langsung.

Giok

Giok sebenarnya mencakup dua mineral berbeda yang sama-sama disebut giok: jadeit dan nefrit. Keduanya sangat liat dan sulit pecah karena tersusun dari serat mineral yang saling mengunci rapat. Warnanya paling dikenal hijau, tetapi giok juga hadir dalam putih susu, kuning muda, lavender, dan hitam. Permukaannya bila dipoles terasa halus dan sedikit berminyak.

Di Tiongkok, giok dihargai lebih tinggi daripada emas selama ribuan tahun dan dipakai untuk membuat lambang kekuasaan, alat upacara, serta jimat keberuntungan. Di Selandia Baru, suku Maori mengukir nefrit menjadi liontin yang diwariskan antar generasi. Di Amerika Tengah, bangsa Maya dan Olmek menempatkan giok pada peninggalan paling berharga mereka.

Karena keliatannya itulah giok bisa diukir sangat halus tanpa mudah patah, sesuatu yang sulit dilakukan pada batu lain. Sumber jadeit terbaik ada di Myanmar, sedangkan nefrit banyak ditemukan di Tiongkok, Rusia, Kanada, dan Selandia Baru. Dalam semua tradisi itu, giok selalu dihubungkan dengan hal yang sama: keseimbangan dan umur panjang.

Khasiat giok menurut kepercayaan lama

• Secara tradisional dianggap membawa keberuntungan yang datang perlahan namun bertahan lama.

• Dalam kepercayaan Tiongkok, giok dipakai sebagai jimat pelindung sejak anak masih kecil.

• Menurut sumber-sumber kuno, batu ini menenangkan pikiran sebelum mengambil keputusan besar.

• Konon ia menumbuhkan kebijaksanaan pada orang yang cepat menilai orang lain.

• Dipercaya menjaga keharmonisan rumah tangga bila disimpan di dalam rumah.

• Dalam tradisi batu, giok dihubungkan dengan umur panjang dan tubuh yang terawat.

• Kepercayaan lama menyebutnya penunjang bagi orang yang bekerja dengan tangan dan ketelitian.

• Secara tradisional dianggap meredakan pikiran yang gelisah menjelang tidur.

• Menurut kepercayaan rakyat, batu ini menolong seseorang bersabar dalam urusan yang berlarut-larut.

• Konon ia menyeimbangkan orang yang terlalu memaksakan kehendak.

• Dalam tradisi Maori, liontin nefrit yang diwariskan dianggap membawa kekuatan leluhur.

• Dipercaya menumbuhkan kemurahan hati dalam hubungan dengan tetangga dan kerabat.

• Menurut catatan lama, giok mendukung mereka yang sedang membangun sesuatu untuk jangka panjang.

• Konon batu ini mengingatkan pemakainya bahwa ketenangan adalah bentuk kekuatan.

• Dalam kepercayaan Tiongkok, gelang giok yang retak dianggap telah menggantikan pemakainya menerima nasib buruk.

Tidak banyak batu yang dihargai setinggi giok di tiga benua sekaligus, dan kesamaan penilaian dari Asia, Oseania, sampai Amerika itu menjadikannya salah satu batu paling dihormati sepanjang sejarah. Giok melambangkan keseimbangan, kesabaran, dan rezeki yang awet. Batu ini banyak dipilih oleh mereka yang menghargai tradisi keluarga, orang yang sedang merawat hubungan jangka panjang, serta siapa pun yang lebih menyukai kemajuan tenang daripada perubahan mendadak. Semua manfaat di atas berasal dari tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti nasihat dokter.

Tingkat Kekerasan: 6 - 7

Struktur Kimia: NaAlSi₂O₆ / Ca₂(Mg,Fe)₅Si₈O₂₂(OH)₂

Gravitasi Spesifik: 2.90 - 3.38

Chakra: Jantung

Perawatan: Dibersihkan dengan air suam dan sikat lembut, lalu dikeringkan. Sinar matahari tidak merusaknya.