Batu akik termasuk mineral yang paling beragam wajahnya di alam. Warnanya berpindah dari merah bata ke abu-abu, putih, biru muda, cokelat, dan hijau, dan yang paling khas adalah pita-pita melingkar yang tersusun berlapis di dalam batunya. Sebagian lapisan itu tembus cahaya, sebagian lagi buram, sehingga tidak ada dua potongan akik yang coraknya sama persis setelah diasah.
Namanya diambil dari Sungai Achates di Sisilia, tempat batu ini konon pertama kali dikumpulkan pada zaman kuno. Karena cukup keras dan tahan gores, akik sejak lama dipakai untuk cincin, kalung, stempel, gagang pisau, dan patung kecil. Di banyak kebudayaan, benda dari akik diwariskan turun-temurun karena dianggap awet sekaligus membawa penjagaan bagi pemiliknya.
Dalam tradisi batu permata, akik dikenal sebagai batu yang menenangkan dan menyeimbangkan. Setiap variasinya, mulai dari akik pita, akik lumut, sampai akik api, dahulu dikaitkan dengan kegunaan yang berbeda-beda. Kepercayaan lama menyebutkan batu ini bekerja paling baik bila bersentuhan langsung dengan kulit, sebab dengan begitu energi alam dianggap dapat mengalir melewati batu menuju tubuh.
Sifat batu akik menurut tradisi
• Secara tradisional dipercaya melindungi pemakainya dari bahaya dan membantunya bertahan dalam keadaan yang tidak bersahabat.
• Dalam kepercayaan rakyat, batu ini sering disarankan bagi orang yang sulit tidur dan dianggap mendukung metabolisme yang teratur.
• Menurut sumber-sumber kuno, akik memudahkan seseorang melihat kenyataan apa adanya tanpa dibumbui prasangka.
• Konon batu ini menyimpan energi yang hangat dan kokoh, dan sejak dahulu dihubungkan dengan daya tahan tubuh.
• Dipercaya menghangatkan bagian tubuh yang menegang serta membantu mengurai ketegangan yang menumpuk.
• Dalam tradisi batu, akik dianggap mengalirkan keluar energi berlebih, karena itu ia dicari pada masa-masa penuh tekanan.
• Kepercayaan lama menyebut batu ini memudahkan pergaulan dan membantu seseorang menyesuaikan diri di lingkungan baru.
• Akik dikenal sebagai batu keberanian yang konon menguatkan hati ketika seseorang berhadapan dengan rasa takutnya.
• Menurut catatan lama, ia menjernihkan pikiran dan menajamkan cara bernalar.
• Dalam kepercayaan rakyat, akik dikaitkan dengan tubuh yang lebih bugar dan peredaran cairan tubuh yang lancar.
• Secara tradisional batu ini disebut membantu menjaga tekanan darah tetap seimbang, terutama bagi yang tekanannya cenderung rendah.
• Sejak berabad-abad akik dipakai sebagai penangkal pandangan buruk, sebab warnanya yang mencolok dipercaya lebih dahulu menarik perhatian orang.
• Konon kehangatan batu ini menolong seseorang tetap melihat sisi baik ketika keadaan sedang berat.
• Dalam kebiasaan lama, anak yang membawa sebutir akik di saku dianggap lebih tenang dan jarang terpancing bertengkar.
Akik melambangkan keberhasilan yang membumi: tradisi menempatkannya sebagai penjaga dari energi yang tidak menyenangkan sekaligus pemulih keberanian yang sempat surut. Para pedagang biasa menyimpannya di saku, sementara dalam bentuk cincin batu ini dianggap menambah rasa percaya diri. Akik paling cocok bagi mereka yang mencari kestabilan, ketenangan, dan rasa aman dalam keseharian. Semua kegunaan di atas berasal dari tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti nasihat dokter.
Tingkat Kekerasan: 6.5 - 7
Struktur Kimia: SiO₂
Gravitasi Spesifik: 2.60 - 2.64
Chakra: Akar, Sakral, Jantung
Perawatan: Dibersihkan dengan air suam dan sikat lembut, lalu dikeringkan. Sinar matahari tidak merusaknya.
Kecubung adalah kuarsa ungu yang paling dikenal di antara batu-batu keluarga kuarsa. Warnanya bergerak dari ungu muda kemerahan sampai ungu tua yang hampir kehitaman, dan berasal dari jejak besi yang terkena radiasi alami di dalam bumi selama jutaan tahun. Batu ini biasanya tumbuh di rongga batuan vulkanik, membentuk geode berisi ratusan kristal runcing yang berdiri rapat.
Namanya berasal dari kata Yunani amethystos yang berarti tidak mabuk. Orang Yunani kuno percaya cawan dari batu ini membuat peminumnya tetap sadar, dan dari sanalah kecubung selama berabad-abad dikaitkan dengan penguasaan diri. Di Eropa abad pertengahan, batu ini juga dipakai pada cincin para uskup sehingga sempat dijuluki batu pendeta.
Sumber terbesarnya kini ada di Brasil, Uruguay, dan Zambia. Karena warnanya cantik dan bahannya melimpah, kecubung menjadi salah satu batu hias paling populer di dunia. Satu hal yang perlu diingat pemiliknya: warna ungu itu tidak tahan cahaya matahari, dan bisa memudar bila batunya terlalu lama dipajang di jendela yang terkena sinar langsung.
Sifat batu kecubung menurut sumber-sumber lama
• Secara tradisional dianggap membantu seseorang menjaga penguasaan diri saat sedang tergoda berlebihan.
• Dalam kepercayaan rakyat, batu ini diletakkan di dekat tempat tidur karena dianggap menenangkan tidur yang gelisah.
• Menurut tradisi, kecubung mendukung latihan meditasi dan membuat pikiran lebih mudah hening.
• Konon batu ini menolong meredakan pikiran yang berputar terus menerus pada malam hari.
• Dipercaya menguatkan tekad orang yang sedang berusaha melepaskan kebiasaan yang merugikan dirinya.
• Sumber-sumber kuno menyebutnya batu kebijaksanaan yang mempertajam pertimbangan sebelum mengambil keputusan.
• Dalam tradisi batu, kecubung dikaitkan dengan mimpi yang jelas dan lebih mudah diingat.
• Kepercayaan lama menghubungkannya dengan ketenangan batin setelah kehilangan atau kekecewaan.
• Konon batu ini menyaring suasana ruangan sehingga terasa lebih teduh bagi penghuninya.
• Secara tradisional dianggap meredakan ketegangan di kepala yang muncul akibat kelelahan.
• Menurut kepercayaan rakyat, ia membantu orang yang cepat marah agar menahan diri sejenak sebelum bereaksi.
• Dalam tradisi Eropa, kecubung dipakai sebagai lambang kesetiaan dan ketulusan hati.
• Dipercaya menajamkan daya ingat bagi mereka yang harus menyerap banyak bacaan.
• Konon batu ini menolong seseorang membedakan mana suara hatinya sendiri dan mana tekanan dari luar.
• Dalam kebiasaan lama, geode kecubung diletakkan di ruang kerja agar suasana tidak terasa terlalu tegang.
Sejak zaman Yunani sampai Eropa abad pertengahan, kecubung selalu muncul dalam catatan sebagai batu yang dihubungkan dengan kendali diri, bukan dengan kemewahan semata. Kecubung melambangkan ketenangan yang datang dari penguasaan diri. Batu ini sering dipilih oleh orang yang hidupnya bertempo cepat, mereka yang sulit beristirahat, serta siapa pun yang sedang menata ulang kebiasaan sehari-hari. Perlu ditegaskan bahwa seluruh manfaat di atas merupakan warisan tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti perawatan atau nasihat dokter.
Tingkat Kekerasan: 7
Struktur Kimia: SiO₂
Gravitasi Spesifik: 2.65
Chakra: Mata ketiga, Mahkota
Perawatan: Dibersihkan dengan air suam dan sikat lembut. Jangan dibiarkan lama di bawah sinar matahari langsung karena warnanya memudar.
Batu mata harimau mudah dikenali dari pita cahaya keemasan yang bergerak di permukaannya ketika batu itu digoyangkan. Efek yang disebut chatoyancy tersebut lahir dari serat-serat mineral sejajar di dalam batu, yang seiring waktu digantikan oleh silika namun tetap mempertahankan susunan seratnya. Hasilnya adalah pantulan cahaya menyerupai celah mata kucing besar.
Warna dasarnya cokelat madu bergaris emas, tetapi ada juga varian biru keabu-abuan yang dikenal sebagai mata elang dan varian merah yang biasanya terbentuk karena pemanasan. Sumber utamanya adalah Afrika Selatan, disusul Australia, India, Namibia, dan Brasil. Karena cukup keras, batu ini tahan dipakai sehari-hari sebagai gelang, cincin, atau manik.
Di dunia kuno, prajurit Romawi konon membawa batu ini ke medan perang agar tetap awas. Kepercayaan serupa muncul di banyak tempat lain, selalu dengan tema yang sama: batu yang membantu orang melihat dengan jelas dan tidak mudah lengah. Karena alasan itu pula ia sering diberikan kepada orang yang sedang memikul tanggung jawab besar.
Khasiat batu mata harimau menurut kepercayaan lama
• Secara tradisional dianggap menajamkan kewaspadaan dalam situasi yang tidak menentu.
• Dalam kepercayaan rakyat, batu ini dipakai sebagai penangkal niat buruk orang lain.
• Menurut sumber-sumber kuno, ia menolong seseorang menimbang untung rugi tanpa terburu-buru.
• Konon batu ini menguatkan tekad orang yang sedang merintis usaha sendiri.
• Dipercaya meredam rasa takut yang muncul sebelum mengambil langkah besar.
• Dalam tradisi batu, ia dihubungkan dengan kemauan yang tidak mudah goyah oleh bujukan.
• Kepercayaan lama menyebutnya batu para pemimpin karena dianggap menumbuhkan wibawa yang tenang.
• Secara tradisional dianggap membantu seseorang tetap fokus pada satu tujuan dalam waktu lama.
• Menurut kepercayaan rakyat, batu ini menyeimbangkan orang yang mudah terpengaruh suasana hati.
• Konon ia menolong pemakainya membedakan pujian yang tulus dari yang sekadar basa-basi.
• Dalam tradisi, batu mata harimau dibawa saat bernegosiasi agar tidak mudah tertekan.
• Dipercaya menumbuhkan rasa percaya diri pada orang yang meremehkan kemampuannya sendiri.
• Menurut catatan lama, ia mendukung tenaga fisik mereka yang bekerja di lapangan.
• Konon batu ini membantu seseorang menerima kritik tanpa langsung merasa diserang.
• Dalam tradisi batu, ia diletakkan di dekat pintu masuk usaha agar suasana kerja tetap tertib.
Hampir semua kebudayaan yang mengenal batu ini memberinya makna serupa, yaitu mata yang tetap terbuka, dan justru kesamaan itulah yang membuat pamornya bertahan sampai kini. Batu mata harimau melambangkan keberanian yang terkendali dan pandangan yang tidak mudah dikelabui. Ia banyak dipilih oleh pelaku usaha, orang yang bekerja dengan target ketat, serta siapa pun yang ingin melatih ketegasan tanpa kehilangan ketenangan. Semua kegunaan di atas merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti nasihat dokter.
Tingkat Kekerasan: 7
Struktur Kimia: SiO₂
Gravitasi Spesifik: 2.58 - 2.64
Chakra: Sakral, Pleksus solar
Perawatan: Dibersihkan dengan air suam dan sikat lembut, lalu dikeringkan. Sinar matahari tidak merusaknya.
Lapis lazuli adalah batu biru pekat yang di permukaannya sering bertabur bintik keemasan dan urat putih. Bintik emas itu bukan emas, melainkan pirit, sedangkan urat putihnya adalah kalsit. Berbeda dengan kebanyakan permata, lapis bukan mineral tunggal melainkan batuan yang tersusun dari beberapa mineral, dengan lazurit sebagai pemberi warna birunya.
Sumber terbaik dunia sampai hari ini masih sama seperti enam ribu tahun lalu, yaitu lembah Badakhshan di Afghanistan. Dari sanalah lapis diperdagangkan sampai ke Mesir, tempat batu ini menghiasi topeng pemakaman para firaun. Di Eropa, lapis digiling menjadi pigmen ultramarine, warna biru termahal yang dahulu hanya dipakai pelukis untuk jubah tokoh paling penting dalam lukisan.
Lapis tergolong batu yang tidak terlalu keras dan bersifat berpori, sehingga tidak boleh direndam. Air dapat masuk ke pori-porinya dan membuat pirit di dalamnya berkarat, sementara cahaya matahari yang terlalu lama bisa memudarkan birunya. Cukup dilap dengan kain lembut kering, dan warnanya akan bertahan bertahun-tahun.
Sifat lapis lazuli menurut sumber-sumber kuno
• Secara tradisional dikenal sebagai batu kebenaran yang dianggap mendorong seseorang berkata apa adanya.
• Dalam kepercayaan rakyat, batu ini dipakai untuk memperjelas pikiran sebelum berbicara di hadapan orang banyak.
• Menurut catatan Mesir kuno, lapis dipandang sebagai lambang langit dan kebijaksanaan para penguasa.
• Konon ia menolong seseorang menyusun kata saat harus menyampaikan hal yang sulit.
• Dipercaya menenangkan ketegangan di leher dan bahu setelah hari yang panjang.
• Dalam tradisi batu, lapis dihubungkan dengan kejujuran terhadap diri sendiri.
• Kepercayaan lama menyebutnya penunjang bagi para penulis, guru, dan orang yang bekerja dengan bahasa.
• Secara tradisional dianggap membantu meredakan ketegangan setelah perselisihan.
• Menurut kepercayaan rakyat, batu ini menajamkan penilaian terhadap orang yang baru dikenal.
• Konon ia menumbuhkan keberanian untuk mengakui kesalahan tanpa banyak alasan.
• Dalam tradisi abad pertengahan, lapis dibawa sebagai jimat penolak rasa iri.
• Dipercaya mendukung seseorang yang sedang belajar hal baru pada usia dewasa.
• Menurut sumber lama, batu ini menenangkan pikiran yang terlalu keras menghakimi diri sendiri.
• Konon warna birunya mengingatkan pemakainya untuk melihat persoalan dari jarak yang lebih jauh.
• Dalam kepercayaan rakyat, lapis diletakkan di ruang belajar agar suasana terasa lebih serius namun tidak menekan.
Sedikit sekali batu yang perjalanannya bisa dilacak sejauh lapis, dari lembah pegunungan Afghanistan sampai lukisan-lukisan besar Eropa, dan sejarah panjang itu ikut membentuk maknanya. Lapis lazuli melambangkan kebijaksanaan, kejujuran, dan wibawa yang tenang. Batu ini banyak dipilih oleh mereka yang harus banyak berbicara dalam pekerjaannya, orang yang sedang belajar bersikap terbuka, serta siapa pun yang menyukai sejarah panjang di balik sebuah benda. Semua kegunaan yang disebutkan berasal dari tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti nasihat dokter.
Tingkat Kekerasan: 5 - 6
Struktur Kimia: (Na,Ca)₈(AlSiO₄)₆(SO₄,S,Cl)₂
Gravitasi Spesifik: 2.50 - 3.00
Chakra: Tenggorokan, Mata ketiga
Perawatan: Jangan direndam dalam air karena batunya berpori. Lap dengan kain lembut kering dan jauhkan dari sinar matahari langsung.
Sodalite adalah batu biru tua yang hampir selalu dihiasi urat dan bercak putih dari kalsit. Sekilas ia mirip lapis lazuli, tetapi sodalite tidak memiliki bintik pirit keemasan dan warna birunya cenderung lebih gelap serta lebih rata. Namanya berasal dari kandungan natrium yang tinggi di dalamnya, unsur yang dalam bahasa asing disebut sodium.
Batu ini pertama kali dikenali di Greenland pada awal abad ke-19, namun baru menjadi populer setelah endapan besar ditemukan di Ontario, Kanada. Ketika seorang anggota keluarga kerajaan Inggris berkunjung ke sana dan mengagumi batu biru itu, sodalite sempat dijuluki batu putri dan langsung dicari orang. Kini sumber terbesarnya ada di Brasil, Kanada, Namibia, dan Rusia.
Sodalite tergolong lunak dan berpori, jadi tidak boleh direndam maupun dibersihkan dengan cairan kimia. Cukup dilap dengan kain kering. Dalam tradisi batu, ia dipandang sebagai batu penalaran: warnanya yang tenang dihubungkan dengan cara berpikir yang runtut, jauh dari sikap tergesa-gesa.
Khasiat sodalite dalam tradisi rakyat
• Secara tradisional dianggap menolong seseorang berpikir runtut sebelum mengambil keputusan.
• Dalam kepercayaan rakyat, batu ini diletakkan di meja belajar agar perhatian tidak mudah pecah.
• Menurut sumber-sumber lama, ia menenangkan pikiran yang terlalu banyak berandai-andai.
• Konon batu ini membantu seseorang menjelaskan gagasan rumit dengan bahasa sederhana.
• Dipercaya meredakan gugup ketika harus berbicara di depan kelas atau rapat.
• Dalam tradisi batu, sodalite dihubungkan dengan kejujuran dalam menyampaikan pendapat.
• Kepercayaan lama menyebutnya penunjang bagi peneliti, pelajar, dan orang yang bekerja dengan angka.
• Secara tradisional dianggap menyeimbangkan orang yang mudah terbawa perasaan saat berdebat.
• Menurut kepercayaan rakyat, ia menolong seseorang tetap tenang menghadapi kritik.
• Konon batu ini menumbuhkan rasa percaya diri pada orang yang enggan bersuara.
• Dalam tradisi, sodalite dibawa saat menghadapi ujian atau wawancara penting.
• Dipercaya membantu meredakan ketegangan di kepala akibat terlalu lama bekerja.
• Menurut catatan lama, ia mendukung kerja sama dalam kelompok yang sering berselisih.
• Konon warnanya yang teduh mengingatkan pemakainya untuk berhenti sejenak sebelum menjawab.
• Dalam kepercayaan rakyat, sodalite dipakai orang yang ingin belajar mendengarkan sebelum menyanggah.
Karena kemiripannya dengan lapis lazuli, sodalite sempat lama berada di bawah bayang-bayang batu itu, tetapi tradisi memberinya peran sendiri yang lebih dekat pada nalar daripada wibawa. Sodalite melambangkan penalaran yang jernih dan bicara yang terukur. Batu ini banyak dipilih oleh pelajar dan mahasiswa, orang yang bekerja dengan analisis, serta siapa pun yang ingin melatih diri berbicara lebih tenang. Seluruh kegunaan yang disebutkan di sini merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti nasihat dokter.
Tingkat Kekerasan: 5.5 - 6
Struktur Kimia: Na₈(AlSiO₄)₆Cl₂
Gravitasi Spesifik: 2.14 - 2.40
Chakra: Tenggorokan, Mata ketiga
Perawatan: Jangan direndam dalam air karena batunya berpori. Lap dengan kain lembut kering dan jauhkan dari sinar matahari langsung.
Topas adalah batu mulia yang tumbuh dalam kristal memanjang bersisi banyak dan dikenal karena kilaunya yang tajam. Banyak orang mengira topas selalu kuning, padahal ia hadir dalam warna bening, biru, merah muda, cokelat kemadu, sampai oranye kemerahan yang paling langka dan disebut topas imperial. Warna warni itu berasal dari jejak unsur serta cacat halus dalam susunan kristalnya.
Namanya diperkirakan berasal dari Topazios, nama sebuah pulau di Laut Merah tempat orang kuno mengambil batu kuning, meskipun batu dari pulau itu kemungkinan besar peridot. Sumber topas terbaik saat ini ada di Brasil, disusul Pakistan, Nigeria, Rusia, dan Sri Lanka, dan tidak jarang ditemukan kristal berukuran sangat besar.
Topas termasuk batu yang keras, tetapi ia memiliki bidang belah sempurna, artinya benturan pada arah tertentu dapat membelahnya dengan rapi. Karena itu perhiasan topas sebaiknya dijauhkan dari pukulan keras meski batunya tergores. Warnanya juga dapat memudar bila dijemur terlalu lama di bawah matahari.
Sifat topas menurut sumber-sumber kuno
• Secara tradisional dianggap menumbuhkan keceriaan dan mengusir suasana muram.
• Dalam kepercayaan rakyat, batu ini dipakai sebagai jimat penolak niat buruk pada malam hari.
• Menurut catatan lama, topas menolong seseorang menyatakan pendapat dengan jelas dan sopan.
• Konon ia menguatkan tekad orang yang sedang menyelesaikan pekerjaan panjang.
• Dipercaya menumbuhkan kemurahan hati dan kesediaan berbagi.
• Dalam tradisi batu, ia dihubungkan dengan kepercayaan diri yang tidak berlebihan.
• Kepercayaan lama menyebutnya penunjang bagi orang yang mudah lelah menghadapi banyak orang.
• Secara tradisional dianggap menenangkan pencernaan dalam pengobatan rakyat kuno.
• Menurut kepercayaan rakyat, batu ini membantu seseorang berhenti membandingkan diri dengan orang lain.
• Konon ia menajamkan pemahaman saat mempelajari hal yang rumit.
• Dalam tradisi abad pertengahan, topas dipakai untuk menenangkan orang yang sedang gelisah.
• Dipercaya mendukung persahabatan yang lama agar tidak mudah renggang.
• Menurut sumber kuno, batu ini menolong pemakainya bersyukur atas hal-hal kecil.
• Konon topas mengingatkan orang bahwa kejujuran yang disampaikan dengan lembut lebih mudah diterima.
• Dalam kepercayaan rakyat, topas diberikan sebagai hadiah untuk merayakan keberhasilan orang terdekat.
Karena topas hadir dalam begitu banyak warna, setiap daerah dahulu mengenalnya dengan nama berbeda, dan kekacauan penamaan itu baru dirapikan setelah ilmu mineral berkembang. Topas melambangkan keterusterangan yang ramah dan semangat yang cerah. Batu ini banyak dipilih oleh mereka yang bekerja dengan orang banyak, orang yang sedang berusaha memperbaiki cara berkomunikasi, serta siapa pun yang menyukai batu dengan kilau tajam namun tetap hangat. Semua kegunaan di atas berasal dari tradisi dan kepercayaan rakyat, dan tidak menggantikan nasihat tenaga medis.
Tingkat Kekerasan: 8
Struktur Kimia: Al₂SiO₄(F,OH)₂
Gravitasi Spesifik: 3.49 - 3.57
Chakra: Pleksus solar, Tenggorokan
Perawatan: Dibersihkan dengan air suam dan sikat lembut. Jangan dibiarkan lama di bawah sinar matahari langsung karena warnanya memudar.
Pirus adalah batu buram berwarna biru langit sampai hijau kebiruan yang sering dilalui urat halus berwarna cokelat atau hitam, sisa batuan induk tempat ia terbentuk. Batu ini adalah mineral fosfat yang mengandung tembaga, dan justru tembaga itulah yang memberi warna birunya. Bila kandungan besinya lebih tinggi, warnanya bergeser ke arah hijau.
Nama pirus dalam banyak bahasa Eropa berarti batu Turki, bukan karena ditambang di sana, melainkan karena batu dari Persia dahulu masuk ke Eropa melalui jalur dagang Anatolia. Tambang paling termasyhur berada di Nishapur, Iran, dan sudah dikerjakan lebih dari dua ribu tahun. Sinai di Mesir serta wilayah barat daya Amerika Serikat juga menghasilkan pirus yang sangat dihargai.
Berbeda dengan anggapan banyak orang, pirus bukan batu yang keras. Ia tergolong lunak dan sangat berpori, sehingga menyerap air, minyak, dan keringat. Bila direndam, batu ini dapat berubah warna bahkan retak, dan sinar matahari yang lama akan memudarkan birunya. Karena itu pirus tidak boleh terkena air sama sekali dan cukup dilap dengan kain lembut kering.
Khasiat pirus dalam kepercayaan lama
• Secara tradisional dikenal sebagai jimat perjalanan yang dibawa penunggang kuda dan kafilah dagang.
• Dalam kepercayaan rakyat, perubahan warnanya dianggap sebagai peringatan bagi pemiliknya.
• Menurut sumber-sumber kuno, batu ini melindungi pemakainya dari kecelakaan di jalan.
• Konon ia menolong seseorang berbicara dengan tenang saat suasana sedang panas.
• Dipercaya menumbuhkan persahabatan, sehingga dahulu sering diberikan sebagai tanda perdamaian.
• Dalam tradisi batu, pirus dihubungkan dengan tenggorokan dan suara yang lebih lepas.
• Kepercayaan lama menyebutnya penolak pandangan buruk, terutama bila dipakai terlihat jelas.
• Secara tradisional dianggap menenangkan orang yang sedang menghadapi banyak perubahan sekaligus.
• Menurut kepercayaan rakyat, batu ini membantu seseorang memaafkan tanpa merasa kalah.
• Konon ia menumbuhkan keberanian untuk meminta apa yang memang menjadi haknya.
• Dalam tradisi penduduk asli Amerika, pirus dipakai dalam upacara dan dianggap menghubungkan langit dan bumi.
• Dipercaya meredakan kelelahan setelah perjalanan yang jauh.
• Menurut catatan lama, batu ini menyeimbangkan orang yang terlalu banyak memendam keluhan.
• Konon pirus mengingatkan pemakainya untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan lebih lembut.
• Dalam tradisi, pirus dipasang pada tali kekang kuda karena dianggap menjaga hewan dan penunggangnya.
Yang membuat pirus istimewa justru kelemahannya: karena menyerap segala sesuatu yang menyentuhnya, batu ini perlahan berubah rupa mengikuti pemakainya, dan tradisi membaca perubahan itu sebagai pesan. Pirus melambangkan perlindungan dalam perjalanan, persahabatan, dan keterbukaan berbicara. Batu ini banyak dipilih oleh orang yang sering menempuh jarak jauh, mereka yang bekerja sebagai penghubung antar pihak, serta siapa pun yang menyukai warna langit yang menenangkan. Seluruh kegunaan yang disebutkan berasal dari tradisi dan kepercayaan rakyat, bukan pengganti nasihat dokter.
Tingkat Kekerasan: 5 - 6
Struktur Kimia: CuAl₆(PO₄)₄(OH)₈·5H₂O
Gravitasi Spesifik: 2.31 - 2.84
Chakra: Tenggorokan, Jantung, Mata ketiga
Perawatan: Jangan direndam dalam air karena batunya berpori. Lap dengan kain lembut kering dan jauhkan dari sinar matahari langsung.

