Dari mimpi begini yang tersisa hampir tidak pernah ceritanya, melainkan perasaannya, dan perasaan itu sanggup menempel sepanjang hari lalu mewarnai semua yang kamu kerjakan.
Yang bertahan sampai pagi dari mimpi seperti ini jarang jalan ceritanya. Yang bertahan adalah perasaannya, yang bisa terang luar biasa dan sanggup menduduki satu hari penuh. Tafsir tradisionalnya menyebut mimpi ini berurusan dengan menginginkan dan berharap, bukan dengan orangnya, yang sebagian besar cuma kostum yang dipakai rindumu sendiri.
Tidak ada yang misterius soal kenapa mimpi ini terjadi. Siapa pun yang paling banyak kamu pikirkan sebelum tidur adalah orang yang paling mungkin muncul di dalamnya, dan orang yang kamu suka menempati banyak sekali ruang itu menurut definisinya. Penafsir menganggap hal itu sudah jelas dan justru melihat bagaimana mimpinya memperlakukanmu. Hangat dan santai dikaitkan dengan rasa penuh harap. Diabaikan atau ditolak dipahami sebagai keraguanmu sendiri, sama sekali bukan keterangan tentang dia. Mimpinya juga cenderung memuncak di pekan-pekan ketika kamu paling sering berpapasan dengannya, lalu mereda begitu jarak sehari-harinya berubah.
Tidak ada tradisi yang mengklaim bahwa memimpikan seseorang berarti orang itu sedang memimpikanmu, dan gagasan itu, semenyenangkan apa pun, tidak punya dukungan di sumber tafsir mana pun yang layak dikutip. Mimpinya milikmu dan dibuat dari bahanmu. Apa yang orang itu wakili buatmu, entah rasa percaya diri, rasa aman, hidup yang kamu bayangkan, atau kebaruan biasa, di situlah artinya tinggal, dan itu akan beda sama sekali dari arti dia bagi siapa pun lain yang mengenalnya. Kalau mimpinya datang terus dan membuat harimu berat, yang menolong biasanya bukan tafsirnya, melainkan keputusan soal apa yang mau kamu lakukan sesudah bangun.


