Bangunan nyaman yang bukan milik siapa pun, hotel dibaca sebagai masa singgah: barangmu masih di dalam tas dan tidak ada yang sudah menetap.
Hotel adalah rumah yang bukan milik siapa-siapa, nyaman dan sepenuhnya sementara, dan tradisinya membacanya kurang lebih apa adanya. Makna yang diwariskan adalah masa singgah: kamu tinggal di suatu tempat untuk sekarang, barangmu belum keluar dari tas, dan susunan tersebut memang tidak pernah dirancang untuk bertahan. Mimpinya terasa menyenangkan atau mengganjal biasanya mengikuti bagaimana perasaanmu terhadap kesementaraan itu.
Bentuk yang paling sering, jauh melampaui yang lain, adalah lorong tanpa ujung, lantai yang keliru, kunci yang tidak membuka apa pun. Ia dibaca sebagai usaha tanpa sampai, dan ia serumpun dengan mimpi terlambat atau mimpi mencari, semuanya lukisan tujuan yang terus mundur satu langkah. Bagian yang layak disimpan adalah bagaimana tanggapanmu, karena mencari dengan sabar terbaca sangat lain dari panik yang menanjak.
Lobi dibaca sebagai ambang, tempat kamu belum di luar dan belum betul-betul di dalam, dan itu membuatnya panggung yang wajar untuk keputusan yang belum diambil. Gedung yang penuh orang tak dikenal dibaca sebagai keadaan sosial tanpa peran yang jelas, dan biasanya bukan kerumunannya yang penting melainkan apakah ada yang menyapamu. Menemukan orang lain sudah berada di kamarmu dibaca sebagai soal wilayah, rasa bahwa ruang yang disebut milikmu ternyata sama sekali bukan.
Sumber lama membaca hotel megah sebagai ambisi dan hotel kumal sebagai keadaan yang merosot, pasangan yang lebih banyak bercerita tentang anggapan kelas si penulisnya ketimbang tentang tidur. Tanggapanmu sendiri penunjuk yang lebih baik. Merasa tenang di kamar sederhana dan gelisah di lobi bermarmer adalah gabungan yang biasa saja, dan ia mengatakan sesuatu tentangmu.
Sisanya diselesaikan oleh keadaan hidupmu. Bagi orang yang terus-menerus bepergian karena pekerjaan, kamar hotel lebih dekat ke kantor daripada ke petualangan, dan seluruh gambarnya bergeser mengikuti itu. Bagi orang yang baru dua kali menginap, hotel bisa saja masih membawa kilau liburan.


