Terang soal jalannya dan samar soal tujuannya, mimpi perjalanan dibaca sebagai satu babak hidup yang sedang berjalan, bukan sebagai perjalanan yang akan kamu tempuh.
Tanya siapa saja soal mimpi perjalanan, dan mereka akan menggambarkan jalannya, cuacanya, dan siapa yang duduk di dalam mobil, lalu terdiam begitu kamu tanya mereka mau ke mana. Kekosongan itulah isi sebenarnya: tradisinya membaca perjalanan sebagai satu babak hidup yang sedang berlangsung, dan itu persis alasan kenapa bagian menempuhnya kembali dengan rinci sementara tujuannya jarang sekali ikut. Yang ditafsirkan selalu keadaan perjalanannya, tidak pernah sampainya.
Siapa yang ikut adalah pertanyaan pertama. Rute yang ditempuh bersama dibaca sebagai babak yang tidak kamu lalui sendirian, sementara kendaraan penuh wajah asing menunjuk ke babak yang tidak betul-betul dimengerti orang di sekitarmu. Bawaan yang berat atau kebanyakan adalah motif yang sangat tua, diambil sebagai kewajiban yang masih dipikul jauh sesudah gunanya habis, dan berangkat tanpa membawa apa-apa terbaca sebagai kebebasan atau justru sebagai tidak siap, sepenuhnya tergantung rasanya waktu itu.
Tertahan, salah belok, dan kendaraan yang tidak mau menyala berkumpul di satu kelompok. Semuanya dibaca sebagai kejengkelan pada laju, bukan pada arah: bedanya antara tidak tahu kamu mau ke mana dan tahu betul tapi tidak sanggup sampai.
Mengulang rute, atau tiba-tiba berada di jalan dari bagian hidupmu yang lebih awal, termasuk bentuk yang banyak diceritakan. Sumber yang lebih tua membacanya sebagai urusan yang belum tuntas dengan sebuah masa, bukan sebagai keinginan pindah balik ke sana. Orang sering bangun dari yang ini dengan kesan kuat tentang sebuah tempat, bukan tentang seseorang.
Orang yang sekali meninggalkan negerinya dan tidak pernah kembali tidak memimpikan keberangkatan seperti orang yang bepergian tiap akhir pekan. Perantauan, pengasingan, pulang pergi yang panjang tiap hari, dan tahun-tahun hidup di dalam mobil semuanya meninggalkan endapan sendiri, dan endapan tersebut mengalahkan lambangnya. Tanya dulu bepergian itu sebenarnya berarti apa dalam hidupmu sebelum memasang makna umum apa pun padanya.
Satu catatan praktis. Mimpi begini bertambah di sekitar peralihan yang nyata, dan ia banyak diceritakan pada minggu-minggu di sekitar pindahan, pekerjaan baru, atau berakhirnya sebuah hubungan. Waktunya bukan kebetulan, dan bukan pula ramalan.


