Daftar lengkap dua belas periode zodiak beserta alasan tanggal pergantiannya bisa maju atau mundur sekitar satu hari tiap tahun, dan kenapa tiap daftar bisa berbeda sehari.
Tanggal zodiak ditentukan oleh posisi Matahari, bukan oleh kesepakatan penanggalan. Lingkaran yang ditempuh Matahari sepanjang setahun dibagi menjadi dua belas potongan sama besar, masing-masing 30 derajat, dan sebuah zodiak dimulai persis pada detik Matahari menyentuh derajat pertama potongan itu. Karena panjang satu tahun bukan bilangan bulat hari, detik tersebut jatuh pada jam yang berlainan dari tahun ke tahun. Di situlah muncul selisih sehari antara satu daftar dan daftar lain.
Daftar berikut berlaku untuk sebagian besar tahun dan meleset paling banyak sekitar satu hari. Angkanya disusun memakai waktu universal (UTC), yaitu acuan jam dunia yang dipakai astronom, dan alasan catatan kecil itu penting dibahas beberapa bagian di bawah.
Kalau tanggal lahirmu berada tiga atau empat hari di dalam salah satu rentang, urusanmu selesai di sini dan sisa tulisan ini cuma tambahan. Kalau tanggalmu menempel di angka batas, entah persis di angkanya, sehari sebelumnya, atau sehari setelahnya, teruskan membaca, karena tabel mana pun tidak sanggup menjawabmu dengan jujur.
Bumi menyelesaikan satu putaran mengelilingi Matahari dalam waktu sekitar 365 hari 6 jam, sedangkan kalender yang kita pakai hanya memuat 365 hari. Akibatnya, pada tiap tahun biasa, Matahari sampai di awal Aries kira-kira enam jam lebih lambat menurut jam dinding dibanding tahun sebelumnya. Setelah tiga tahun, keterlambatan itu sudah menumpuk jadi delapan belas jam. Lalu 29 Februari datang, kalender didorong maju sehari, dan titik pergantiannya kembali dekat ke tempat semula.
Jadi yang terjadi bukan pergeseran permanen ke satu arah, melainkan pola gigi gergaji yang mengulang dirinya tiap empat tahun. Di dalam pola itu, batas yang tahun ini jatuh menjelang tengah malam bisa jatuh pada dini hari tanggal berikutnya tiga tahun kemudian. Tidak ada apa pun yang berpindah di langit. Kalender kita saja yang kadang berjalan beberapa jam mendahului langit, kadang beberapa jam tertinggal.
Empat dari dua belas titik awal sama sekali bukan kesepakatan manusia. Keempatnya peristiwa yang bisa diumumkan observatorium sampai ke menitnya, dan delapan titik sisanya diukur berangkat dari situ.
Aries dibuka oleh ekuinoks Maret, yaitu saat Matahari menyeberang ke sisi utara khatulistiwa langit, garis khatulistiwa Bumi yang diperpanjang ke angkasa, sehingga panjang siang hampir sama dengan panjang malam di seluruh planet. Cancer dibuka oleh solstis Juni, saat Matahari mencapai titik paling utara di jalur tahunannya. Libra dibuka oleh ekuinoks September, Capricornus oleh solstis Desember. Delapan batas yang tersisa membagi jarak di antara keempat titik itu menjadi langkah 30 derajat yang rata.
Karena patokannya begitu, tanggal zodiak berlaku sama di seluruh dunia. Pembaca di Indonesia kadang ragu soal ini, sebab kita tidak mengenal empat musim dan istilah seperti musim semi tidak menggambarkan apa pun di sini. Yang menjadi ukuran memang bukan cuaca di luar jendela, melainkan letak Matahari di jalur tahunannya, sehingga Aries tetap dibuka ekuinoks Maret baik di Jakarta, di Melbourne, maupun di Dublin.
Tiga puluh derajat untuk tiap zodiak tidak berarti tiga puluh hari untuk tiap zodiak. Orbit Bumi berbentuk elips tipis, dan Bumi melaju paling kencang ketika jaraknya paling dekat ke Matahari, yaitu pada hari-hari pertama Januari. Dilihat dari permukaan, Matahari jadi tampak buru-buru melewati zodiak yang ditempatinya di ujung tahun itu dan berlama-lama di zodiak seberangnya.
Sagittarius dan Capricornus paling singkat, sedikit di atas 29 hari. Gemini dan Cancer paling panjang, sedikit di atas 31 hari. Selisih antara yang terpendek dan yang terpanjang hampir dua hari, dan itu sebab kedua kenapa satu daftar yang rapi selamanya cuma pembulatan.
Pergantian berlangsung pada satu detik yang sama untuk seluruh planet, tetapi tanggal yang menempel pada detik itu tergantung kamu sedang berdiri di mana. Ambil saja garis pemisah Aries dan Taurus. Andaikata perpindahannya jatuh pada jam-jam terakhir 20 April menurut waktu universal, jam di Indonesia sudah menunjuk 21 April, sebab wilayah kita berada tujuh sampai sembilan jam di depan acuan tersebut. Daftar yang disiapkan untuk Eropa tetap saja mencetak 20 April, padahal orang yang lahir dini hari pada 21 April di Jakarta sebetulnya belum sempat menjadi Taurus.
Selisih dua jam antara ujung barat dan ujung timur Indonesia pun sudah cukup untuk menaruh dua kelahiran di tanggal yang berlainan, asal perpindahannya kebetulan terjadi menjelang tengah malam. Tabel yang diterbitkan hampir selalu disusun untuk satu zona tertentu dan hampir tidak pernah menyebut zona yang mana. Ini sumber ketiga dari perselisihan kecil antar daftar, dan justru yang paling jarang diduga pembaca.
Cuma tiga hal itu yang membuat daftar tanggal saling berbeda: tahun kelahirannya, jam yang dipakai sebagai acuan, dan pembulatan ke hari penuh. Tidak satu pun berhubungan dengan perbedaan aliran astrologi. Ketiganya juga langsung selesai begitu kamu berhenti mencocokkan diri ke tabel dan mulai menghitung letak Matahari memakai tanggal, jam, serta kota kelahiranmu sendiri.
Soal ulang tahun yang mendarat persis di batas, ada kepercayaan lama bahwa orang seperti itu membawa sifat dua zodiak sekaligus. Kepercayaan tersebut punya halaman tersendiri di panduan ini dan memang pantas dibahas terpisah. Yang pasti, pada tiap detiknya Matahari cuma menempati satu potongan langit, dan cara mengetahui potongan yang mana bukan dengan menebak dari tabel umum.
Kenapa ketepatan ini penting? Karena semua tulisan tentang sebuah zodiak, termasuk halaman karakter di situs ini, disusun dengan anggapan pembacanya memang ditempatkan di zodiak yang benar. Astrologi sendiri kami tampilkan apa adanya, sebagai tradisi penafsiran yang dipakai orang untuk menata pengalamannya, bukan sebagai alat peramal yang teruji. Membaca deskripsi Libra selama sepuluh tahun padahal Matahari saat kamu lahir masih di Virgo bukan berarti kamu salah paham soal Libra. Kamu cuma sedang mengenali orang lain.


